Surat Untuk Pak Amien,Semakin Tua Kok Malah Seperti Padi Tak Berisi?

Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional, Amien Rais, menilai Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok tak boleh lagi jadi gubernur DKI Ja...



Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional, Amien Rais, menilai Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok tak boleh lagi jadi gubernur DKI Jakarta.
“Karena dia beringas, bengis dan hampir-hampir seperti bandit. Saya tahu ini akan dikutip, enggak apa-apa,” kata Amien dalam sambutannya di pembukaan Kongres V Barisan Muda PAN di Hotel Royal Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (20/8/2016), seperti dikutip dari Tribunnews.com.
amien-640x408
Salam sejahtera Pak Amin,
Menanggapi pernyataan anda terkait keberadaan Pak Ahok yang akan mencalonkan kembali sebagai Gubernur DKI pada periode 2017-2022, saya pribadi kok jadi geli ya pak..
Bagaimana tidak lucu, jika kenyataanya anda adalah seorang tokoh masyarakat yang sekaligus menjabat sebagai Ketua Dewan Pembina partai anda, serta sederet jabatan-jabatan lain yang anda sandang.
Tapi atas pernyataan demi pernyataan yang kerap anda lontarkan dari zamannya pilpres 2014 hingga sekarang, sepertinya akan semakin sulit diterima dengan logika sehat atas janji yang telah anda ingkari dulu untuk jalan kaki Jogja-Jakarta, apabila Jokowi bisa terpilih menjadi presiden.

Terkait hal itu pula, saya sendiri menganggap anda pribadi sebagai tokoh masyarakat jadi tak habis pikir dengan bahasa-bahasa serta kalimat yang sering anda lontarkan ke publik terhadap Pak Ahok.
“Kenapa bisa demikian?”
Saya berpendapat, seharusnya seorang tokoh masyarakat seperti anda ibarat setangkai padi harusnya semakin tua menguning dan berisi semestinya semakin menunduk.. Lha ini kok malah sebaliknya, semakin tua semakin ngacung (tegak).
Dari kalimat serta bahasa komunikasi anda yang semakin keras tersebutlah ibarat tanaman padi maka anda adalah padi yang gabug (tidak berisi) alias padi yang bisa di nyatakan gagal panen. Bahkan saya pun tidak begitu yakin jika hal tersebut adalah pernyataan anda yang mewakili sikap partai, tapi kesannya justru cenderung pada pernyataan sakit hati dan dendam pribadi yang mencerminkan kepribadian anda jelang usia anda yang telah renta sekarang.
Rasanya apa yang saya sampaikan terhadap anda juga tak perlu panjang-lebar, tapi akan lebih baik jika diambil point pokok permasalahanya.
Bahwa soal jadi atau tidaknya Pak Ahok menjadi gubernur adalah mutlak urusan masyarakat jakarta. Apalagi pencalonannya Pak Ahok juga telah melalui mekanisme sistem yang benar. Justru kenyataannya dari lawan-lawan politik Pak Ahok sendiri baik melalui pernyataan pribadi maupun statemen2-statemen dari pihak yang berada dalam gerbong politiknya seringkali melemparkan pernyataan-pernyataan yang cenderung bernuansa SARA, tak terkecuali anda Pak Amin.. Begitukah sikap tata-cara berdemokrasi yang anda ajarkan kepada kami-kami yang masih muda ini?
Dan ketika saatnya nanti tahapan demi tahapan yang harus di jalani oleh Pak Ahok hingga beliau bisa terpilih kembali sebagai Gubernur DKI yang berikutnya, apakah anda mau berjanji akan mengulangi kesuksesan anda untuk berjalan kaki dari Jokja ke Jakarta dengan berjalan kaki layaknya apa yang pernah anda lakukan di pilpres 2014 yang lalu ?
Kita hanya masyarakat daerah Pak Amin. Sekali lagi soal jadi tidaknya Pak Ahok sebagai Gubernur DKI tersebut itu urusan masyarakat DKI. Kita sendiri sebagai penonton alangkah eloknya jika kita bisa menjadi penonton yang yang tenang dibangku masing-masing tanpa harus menudingkan jari telunjuk bahwa itu si pemain “A” gaya mainnya seperti bandit.
Bahkan ada lagi pentolan penonton yang melemparkan pernyataan bahwa siapapun yang tidak memilih dan mendukung pemain “B” maka dianggap sebagai antek asing. Hal-hal seperti itulah yang bisa disebut sebagai kampanye hitam, menggunakan cara-cara yang tidak relevan. Pernyataan-pernyataan dengan gaya-gaya lama yang sama sekali tidak inovatif, paradigm-paradigma kolot dari gaya pemikir orang-orang ORBA yang tidak menyadari bahwa sekarang sudah era nya digitalisasi.
Semoga Pak Amin masih mengingat apa itu pepatah padi.

Terima kasih…
Sumber : Bacakabar.com


Nama

aktual,944,artis,5,astronomi,1,berita,978,bola,1,edukasi,5,fakta unik,59,herbal,1,humor,10,ibroh,1,informasi,20,inspiratif,41,internasional,35,islami,9,kecantikan,5,kesehatan,30,kisah nyata,5,kontroversi,149,kriminal,9,masakan,8,militer,5,Nasional,4,opini,58,politik,131,resep,8,seba-serbi,14,sejarah,48,selebriti,2,seni,1,Tausiah,5,teknologi,3,tips,32,wanita,8,
ltr
item
NKRI ONLINE: Surat Untuk Pak Amien,Semakin Tua Kok Malah Seperti Padi Tak Berisi?
Surat Untuk Pak Amien,Semakin Tua Kok Malah Seperti Padi Tak Berisi?
https://2.bp.blogspot.com/-E5kNZsHQ6cg/V7yPlLY6AoI/AAAAAAAACvw/spxWXz0kskQC7cqQN7KyE7ILRtmDWZIqwCLcB/s640/20150629071722596.jpg
https://2.bp.blogspot.com/-E5kNZsHQ6cg/V7yPlLY6AoI/AAAAAAAACvw/spxWXz0kskQC7cqQN7KyE7ILRtmDWZIqwCLcB/s72-c/20150629071722596.jpg
NKRI ONLINE
http://www.nkrionline.com/2016/08/surat-untuk-pak-amiensemakin-tua-kok.html
http://www.nkrionline.com/
http://www.nkrionline.com/
http://www.nkrionline.com/2016/08/surat-untuk-pak-amiensemakin-tua-kok.html
true
8704552831577260830
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts LIHAT SEMUA Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy