Terima Kasih, Jenderal

NKRIONLINE.COM - Belakangan ini, pemberitaan tentang pencapaian-pencapaian pemerintahan saat ini sering kali didiskreditkan. Suara-suara...


NKRIONLINE.COM - Belakangan ini, pemberitaan tentang pencapaian-pencapaian pemerintahan saat ini sering kali didiskreditkan. Suara-suara miring dan tidak adanya apresiasi yang memang layak diberikan, cukup santer berterbangan di jagad dunia maya. Mungkin inilah saatnya masyarakat kita diuji untuk dapat bertumbuh memasuki satu era yang baru, era kewarasan untuk mampu menilai, mana pemberitaan dan opini yang kredibel, dan mana suara-suara sumbang yang berkedok.

Polri: Terimalah Hormat Kami Para Ksatria Negeri

Secara khusus kali ini saya akan menyoroti dua institusi penting yang menjadi pilar pengamanan Negara di Indonesia, Polri dan TNI. Masih segar di dalam ingatan kita, para pembaca seword.com, bahwa Polri menunjukan beberapa prestasi yang mengagumkan. Serangkaian upaya teror bom berhasil digagalkan. Bahkan, sekalipun beberapa aksi bom bunuh diri berhasil dieksekusi di beberapa Negara[1], hanya Indonesia yang berhasil menggagalkan aksi-aksi sejenis, sehingga bom gagal diledakan dan memakan korban jiwa. Belum lagi Polri berhasil menangkap dan menggagalkan upaya teror bom menjelang perayaan hari Natal[2]. Semuanya berhasil diamankan sehingga tidak jatuh korban sama sekali dari kalangan sipil. Hal ini adalah sebuah prestasi yang besar.

Namun apa yang diterima oleh institusi Bhayangkara ini? Serangan opini dari kelompok-kelompok miring. Polri dituduh merekayasa teror bom sebagai sarana pengalihan isu[3] dari kasus dugaan penistaan Agama oleh Ahok. Ini sinting. Tetapi, adalah wajar jikalau sekelompok orang-orang miring ini sinting. Kita justru harus mulai mempertanyakan kewarasan kita jikalau kelompok-kelompok ini bisa waras. Sesungguhnya, di sini sedang terjadi serangan opini yang ditembakan kepada tubuh Polri, dan targetnya adalah kesadaran masyarakat. Masyarakat diarahkan untuk memiliki distrust terhadap Polri dan tidak aware akan akutnya pergerakan sapi-sapi radikal di Indonesia.

Karena itulah, dalam hal ini masyarakat menjadi medan pertempuran antara Polri, yang mau melindungi segenap anak bangsa, dengan sekelompok janggut yahud yang berusaha merusak Indonesia dengan MENCATUT nama saudara/I kita kaum Muslimin. Kita harus sadar bahwa Polri pasti akan diserang habis-habisan oleh mereka, karena Polri adalah salah satu garda terdepan yang sering menggagalkan aksi-aksi teror mereka. Mereka babak-belur dibuat Polri saat ini. Karena itulah, ibaratkan lelaki yang sudah kalah berkelahi lalu mewek dan hanya bisa memaki-maki, demikianlah mereka.

Kita harus sadar betul, mereka berusaha melemahkan kesatuan dan solidnya institusi ini dengan memainkan opini publik. Masyarakat harus peka untuk melihat bahwa opini publik sedang diarahkan untuk meruntuhkan Polri, institusi yang sedang melindungi NKRI.

Saya sering menemukan respons dari orang-orang yang tidak bisa menerima bahwa kepolisian saat ini sudah jauh lebih baik. Wajar, karena institusi ini memang pernah memiliki citra yang buruk di mata masyarakat. Tapi Polri sekarang terus berbenah diri, dan hasilnya nyata. Adalah wajar jikalau sebuah institusi sebesar Polri memiliki kekurangan. Beri tahu saya, sebutkan satu saja institusi sekelas Polri di dunia ini yang tidak punya kelemahan/kekurangan. Mempunyai kekurangan adalah wajar, berhenti berusaha memperbaiki kekurangan, itu yang tidak benar. Sekali lagi, Polri kita tidak pernah berhenti untuk membenahi dirinya, bagaimana dengan kita? Apa sumbangsih kita? Jangan-jangan hanyalah nyinyir yang dapat kita berikan kepada Negara.

TNI: Terimalah Hormat Kami Para Prajurit Penjaga Merah Putih

Entah bagaimana saya harus mengungkapkannya, tetapi sebagai rakyat Indonesia, TNI adalah kebanggaan Negeri. Sudah menjadi fakta umum bahwa Prajurit TNI adalah salah satu pasukan yang disegani oleh berbagai Negara. Salah satunya saja, TNI selalu menjadi juara umum selama delapan tahun, sekali lagi, selama delapan tahun! Berturut-turut di dalam lomba tembak antar angkatan darat yang digelar oleh Royal Australian Army yang bertajuk Australian Army of Skill Arms at Meeting (AASAM)[4]. TNI menjuarai ajang internasional ini dengan merebut 23 dari 50 medali emas yang diperebutkan. Juara duanya saja (China) hanya mendapatkan 9 emas. Setengahnya pun tak sampai, Hahaha! Padahal ajang ini diikuti oleh Negara-negara yang mumpuni di telinga kita, seperti Amerika Serikat, Perancis, Kanada, Inggris, Australia, China, Jepang, Uni Emirat Arab, Papua Niugini, Malaysia, Singapura dan Korea Selatan.


Namun ketika masyarakat dunia mengagumi para prajurit kita, institusi prajurit ini diserang oleh kelompok-kelompok makar melalui isu murahan. Setelah peristiwa 411, dihembuskan isu bahwa Panglima TNI saat ini, Jenderal Gatot Nurmantyo, akan diganti. Isu ini dihembuskan sebagai upaya untuk memecahbelah kesatuan korps TNI. Orang-orang ini berusaha memanfaatkan perpecahan di tubuh TNI untuk memperalat kekuatan militer. 
Sebagai masyarakat, kita harus segera paham perihal ini. Ada upaya untuk memecah dan meruntuhkan TNI sebagai salah satu institusi pilar yang penting di dalam menopang pengamanan bangsa. Bagi saya, Panglima TNI telah memberikan respons yang sangat telak dalam membungkam isu ini. One shot one kill. Cukup satu tembakan, dan tembakan itu mematikan, ciri khas seorang veteran. Perhatikan jawaban beliau pada salah satu acara talkshow di media televisi di bawah ini.
Video Player
00:00
04:21

Jikalau dulu wajah TNI menjadi lambang represi, sekarang wajah TNI terus berubah menjadi lambang kehadiran yang melindungi. Kita harus bersyukur karenanya.
Terima Kasih, Jenderal.
Sebagai bagian vital dari bangsa ini, TNI dan Polri telah menjalankan tanggung jawab mereka dengan sangat baik. Dedikasi mereka luar biasa. Entah mengapa, bagi saya pribadi, pada masa ini Indonesia mendapatkan orang-orang yang tepat, pada waktu dan tempat yang tepat. Posisi-posisi vital diisi oleh putra-putra yang memiliki cinta terhadap bangsa dan Negara. Sungguh, seharusnyalah kita bersyukur kepada Yang Esa karena Ia masih merahmati negeri ini.
Saya jadi teringat pada sebuah kutipan dari seorang theolog Nasrani. “Ketika Tuhan ingin menghakimi sebuah bangsa, Ia memberikan pemimpin-pemimpin yang rusak”, kira-kira demikian bunyinya. Jikalau sekarang kita boleh mendapat pemimpin-pemimpin yang baik, berarti itu adalah rahmat dan nikmat dari Tuhan. Apakah terus nyinyir merupakan respons yang tepat? Saya rasa respons yang terbaik adalah mau ikut berbagian di dalam membangun bangsa ini, bersama para pemimpin yang sudah ada.

John Calvin, Theolog Nasrani. 1509 – 1564.
Akhir kata dari saya, hati rakyat ada bersama Polri dan TNI. Mereka layak mendapatkan apresiasi, karena mereka bukan saja rela meninggalkan sanak keluarga demi panggilan tugas Negara, tetapi mereka juga rela memberikan nyawa mereka untuk mengamankan bangsa. Setiap usaha ini adalah usaha yang sangat mulia dan terpuji.
Dan untuk Bapak Kapolri serta Panglima TNI saat ini, izinkanlah saya (yang bukan siapa-siapa, dan hanyalah seorang rakyat jelata) memberikan apresiasi kepada kedua institusi yang Bapak-bapak pimpin, dan izinkanlah juga kiranya, kami segenap rakyat Indonesia untuk boleh memberikan hormat kami kepada Bapak. “Terima kasih, Jenderal. Terima kasih”. (seword.com)


Nama

aktual,944,artis,5,astronomi,1,berita,978,bola,1,edukasi,5,fakta unik,59,herbal,1,humor,10,ibroh,1,informasi,20,inspiratif,41,internasional,35,islami,9,kecantikan,5,kesehatan,30,kisah nyata,5,kontroversi,149,kriminal,9,masakan,8,militer,5,Nasional,4,opini,58,politik,131,resep,8,seba-serbi,14,sejarah,48,selebriti,2,seni,1,Tausiah,5,teknologi,3,tips,32,wanita,8,
ltr
item
NKRI ONLINE: Terima Kasih, Jenderal
Terima Kasih, Jenderal
https://4.bp.blogspot.com/-SjIIOsUqNtQ/WJAg7SyuDsI/AAAAAAAAE_c/V_NY-H86yqQH3eXBiL40t33hJ0qioJMbgCLcB/s640/Header-1.png
https://4.bp.blogspot.com/-SjIIOsUqNtQ/WJAg7SyuDsI/AAAAAAAAE_c/V_NY-H86yqQH3eXBiL40t33hJ0qioJMbgCLcB/s72-c/Header-1.png
NKRI ONLINE
http://www.nkrionline.com/2017/01/terima-kasih-jenderal.html
http://www.nkrionline.com/
http://www.nkrionline.com/
http://www.nkrionline.com/2017/01/terima-kasih-jenderal.html
true
8704552831577260830
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts LIHAT SEMUA Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy