Tuan Fahri, Babu Bukan Pengemis, Mereka Bahkan Jauh Lebih Terhormat Dari Dirimu, Camkan Itu!

NKRIONLINE.com - Menurut saya, pekerja kasar, termasuk babu, jauh lebih terhormat dari senator yang ditolak partainya. Orang-orang itu ...


NKRIONLINE.com - Menurut saya, pekerja kasar, termasuk babu, jauh lebih terhormat dari senator yang ditolak partainya. Orang-orang itu mandiri, jelas hasilnya bagi Negara, dan yang penting punya rasa malu. Sementara untuk mengurusi sekelompok manusia yang sering tidur saat sidang dan nyocot tanpa mikir, Negara harus mengeluarkan biaya yang besar sekali. Sungguh pemborosan yang sia-sia.

Fahri terkenal besar mulut. Ia sedikitpun tak mencerminkan sikap seorang wakil rakyat. Masih ingat ketika ia bersikap arogan terhadap polisi yang mengawal petugas KPK menggeledah gedung DPR? Sikap arogan itu diperankan olehnya dengan begitu baik. Selain Fadli, Fahri adalah contoh perlunya test psikologi bagi calon wakil rakyat. Agar tidak ada lagi tontonan senator sakit jiwa yang berkeliaran di Senayan. Celoteh pedas sering keluar dari mulutnya. Karena wakil rakyat ada tunjangan kehormatan, berprilaku terhormat mestinya sudah termasuk item yang telah dibayar oleh Negara.

Dalam tweet arogannya, Fahri terang-terangan melecehkan para TKI, khususnya yang berprofesi sebagai babu. Saya yakin, sebelum nyocot itu, Fahri tidak punya data. Jadi mulutnya yang bergerak lebih cepat dari cahaya itu sesuai kapasitas otaknya. Kosong.

TKI menyumbang devisa pada Negara mencapai 144 triliun pertahun. Jadi kalau Fahri hidup sepuluh kali dengan gaji senatornya itu tidak akan sebanding. Meskipun ia menyumbangkan semua gajinya untuk Negara. Mestinya tidak ada hak baginya untuk menyombongkan diri dengan embel-embel wakil rakyatnya. Sedikitpun ia tidak layak dibandingkan. Dan perlu dicatat, 60 persen dari mereka adalah babu. Pekerjaan yang dianggap hina oleh Fahri, sehingga disetarakan dengan pengemis.

Mungkin ia bermaksud hendak merendahkan Pemerintah. Nyocot memang pekerjaan paling gampang di dunia ini. Orang tak minta bukti dari bualan senator. Sudah bekerjapun disebut pencitraan, apalagi jika hanya buat album lagu selama dua periode. Fahri tidak tahu, pengiriman babu keluar negeri diupayakan sampai titik zero pada tahun 2018. Khusus Timur Tengah malah sudah dimoratorium oleh Jokowi beberapa tahun ini. Para babu itu akan diganti dengan pekerja formal yang punya skill.

Mungkin nanti masih ada pekerjaan mirip babu, seperti tukang bersih-bersih, perawat orang jompo, juru masak, baby sitter, dll. Namun tugas mereka lebih spesifik dan profesional. Tidak seperti sekarang, semua pekerjaan diurusi oleh satu orang bernama pembantu rumah tangga. Merekapun sering mendapat perlakuan tidak semestinya.

Persoalan-persoalan seperti itu dibiarkan sekian lama. Pemerintah memang bersalah, tapi menyalahkan saja tidak cukup. Pangkal dari semua itu di antaranya tentu saja korupsi yang parah.

Jika tuan-tuan yang terhormat wakil rakyat melakukan pengawasan dengan baik, tentunya Indonesia tak perlu lagi mengirimkan babu. Namun wakil rakyat itu justru banyak yang ikut korupsi. Dewan pengawas ikut jadi maling uang Negara. Mark-up anggaran mendapat persetujuan. Proyek tipu-tipu merajalela. Uang yang mestinya bisa diwujudkan infrastruktur, subsidi, stimulan ekonomi mikro, malah diembat Buto Ijo. Akibatnya lapangan pekerjaan minim. Jutaan orang harus pergi keluar sana meninggalkan segalanya. Sebagian besar mereka menjadi babu.

Fahri dan penghinaannya terhadap babu itu demi membandingkan dengan isu pekerja asing, khususnya Cina, yang masuk Indonesia. Fahri sekali lagi tak punya data. Agaknya ia gampang menelan hoax, padahal yang terhormat wakil rakyat. Meski tidak cerdas, sebagai wakil rakyat mestinya jangan terlalu dungu, biar tidak terlalu memalukan begitu. TKI kita itu mencapai kisaran 6,5 sampai 7 juta manusia. Sementara pekerja asing yang terdaftar hanya kisaran 70 ribu, khusus Cina hanya 21 ribu.

Di luar jalur resmi kemungkinan juga banyak, seperti pekerja seks yang tertangkap di Puncak itu. Atau pekerja pabrik dengan paspor turis. Namun tak mungkin jumlahnya ratusan ribu, apalagi sepuluh juta. Dan Pemerintah yang minim pengawas di lapangan telah membuka diri, jika ada pengaduan pekerja ilegal, langsung laporkan. Bukan nyocot tanpa bukti seperti Fahri.

Wakil rakyat, dengan embel-embel pengawas kerja Pemerintah sering berkomentar ngawur dan menyakitkan. Padahal mestinya semua itu dilakukan dengan elegan, mengumpulkan bukti, kalau perlu mengupayakan jalan keluar. Namanya juga mewakili rakyat. Akibatnya banyak orang tidak terima, termasuk sindiran Menteri Ketenagakerjaan, Hanif Dhakiri. Saya tidak tahu apa yang telah dikerjakan Fahri dan wakil rakyat lainnya itu, sehingga untuk nyocot saja mereka begitu ngawur dan tak logis. Padahal itu pekerjaan paling gampang.

Tweet balasan untuk Fahri Hamzah

Melecehkan babu, meski dengan tujuan mengkritik Pemerintah adalah perbuatan konyol. Mereka bekerja dengan bertaruh segalanya. Tidak sedikit yang dilecehkan, terancam jiwanya, mengalami diskriminasi, tapi mereka tidak mengemis. Pekerjaan mereka bahkan jauh lebih mulia dibanding wakil rakyat tukang nyocot model Fahri. Maka dari itu mereka disebut pahlawan devisa.

Wakil rakyat punya wewenang yang lebih kuat dari sekadar kritik di media sosial. Mestinya ia dan teman-temannya menggunakan wewenang itu, demi kebaikan para babu. Bukan malah menghinanya. Mereka bisa menggunakan hak interpelasi, membuat undang-undang, bukan malah meniru komentator bola.

Saya berharap, ini adalah kekonyolan terakhir dari yang terhormat wakil rakyat. Di antara begitu banyak kekonyolan yang telah diperbuat oleh mereka. Agaknya perlu dipertimbangkan upaya pembubaran jika mereka ini dirasa semakin tak berguna. Kalau tidak bisa bekerja selaku pengawas, setidaknya belajarlah menjaga ucapan. Sesederhana itu. Rakyat sudah cukup lelah menanggung banyak beban. Tidur saat sidang jauh lebih baik daripada menyakiti hati konstituen.

Tuan Fahri, babu bukan pengemis, mereka bahkan jauh lebih terhormat dari dirimu, camkan itu!


Sumber : seword.com


Nama

aktual,944,artis,5,astronomi,1,berita,978,bola,1,edukasi,5,fakta unik,59,herbal,1,humor,10,ibroh,1,informasi,20,inspiratif,41,internasional,35,islami,9,kecantikan,5,kesehatan,30,kisah nyata,5,kontroversi,149,kriminal,9,masakan,8,militer,5,Nasional,4,opini,58,politik,131,resep,8,seba-serbi,14,sejarah,48,selebriti,2,seni,1,Tausiah,5,teknologi,3,tips,32,wanita,8,
ltr
item
NKRI ONLINE: Tuan Fahri, Babu Bukan Pengemis, Mereka Bahkan Jauh Lebih Terhormat Dari Dirimu, Camkan Itu!
Tuan Fahri, Babu Bukan Pengemis, Mereka Bahkan Jauh Lebih Terhormat Dari Dirimu, Camkan Itu!
https://2.bp.blogspot.com/-UPS0Wl7HlOs/WIepp3R93YI/AAAAAAAAE6M/wn28cDFssFES90SVg78GbEDksXl6gg2JgCLcB/s640/fahri-7.jpg
https://2.bp.blogspot.com/-UPS0Wl7HlOs/WIepp3R93YI/AAAAAAAAE6M/wn28cDFssFES90SVg78GbEDksXl6gg2JgCLcB/s72-c/fahri-7.jpg
NKRI ONLINE
http://www.nkrionline.com/2017/01/tuan-fahri-babu-bukan-pengemis-mereka.html
http://www.nkrionline.com/
http://www.nkrionline.com/
http://www.nkrionline.com/2017/01/tuan-fahri-babu-bukan-pengemis-mereka.html
true
8704552831577260830
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts LIHAT SEMUA Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy